Warga Jepang Sedikit Frustasi Mencari Pasangan Hidup

Warga Jepang tampaknya semakin putus asa mencari pasangan hidup. Faktanya, survey terbaru yang dilakukan pemerintah Jepang menemukan bahwa sekitar 69% pria dan 59% wanita hidup melajang.

KoranKu –  Jepang – Warga Jepang tampaknya semakin putus asa mencari pasangan hidup. Faktanya, survey terbaru yang dilakukan pemerintah Jepang menemukan bahwa sekitar 69% pria dan 59% wanita hidup melajang.

Hal itu terjadi pada rendahnya angka pertumbuhan penduduk di Jepang. Selama lima tahun terakhir, hanya ada 8,4 bayi yang lahir untuk setiap 1000 orang.

Artinya, angka kelahiran bayi di Jepang hanya sekitar 0,84%. Tidak hanya itu, jumlah populasi Jepang akan ‘habis’ hinga 30% atau menjadi 87 juta jiwa dari jumlahnya sekarang sebesar 127 juta jiwa.

Survei yang diselenggarakan Institut Nasional untuk Riset Populasi dan Keamanan Sosial di Jepang, melaporkan rendahnya angka kelahiran tersebut, bukan disebabkan warga yang tidak ingin punya anak.

“Sebanyak 80 persen warga Jepang ingin menikah, namun mereka tidak punya pasangan”, tutur peneliti.

Tidak hanya itu, keputusasaan itu menyebabkan banyak warga Jepang yang akhirnya memutuskan menikahi teman sendiri, bahkan hal itu kini dianggap trend terbaru.

Warga Jepang menyebut tren tersebut dengan nama ‘Kousai zero Nichiko’ atau pernikahan tanpa romansa.

Salah satu pelaku tren tersebut secara gamblang menuliskan pengalamannya di laman Matome Naver, dia berbagi kisah keputusasaan menemukan pasangan, hingga akhirnya memutuskan menikahi temannya selama 10 tahun.

Keputusan itu diambil hanya dalam waktu satu bulan. Hal serupa terjadi pada aktris Jepang, Maki Horikita, yang menikahi koleganya Koji Yamamoto pada tahun 2015.

Sebelumnya, majalah gaya hidup Jepang, Joshi Spa! membahas tentang tingginya tingkat frustasi warga Jepang dalam mencari jodoh, yang berujung pada tindakan bunuh diri.

Leave a Reply