Wall Street Cetak Rekor, Saham di Asia Menanjak

Saham di regional Asia melompat lebih tinggi pada perdagangan hari ini, Kamis (8/12) setelah Wall Street AS mencetak rekor baru dan obligasi menguat karena spekulasi Bank Sentral Eropa (ECB) akan memperpanjang program pembelian aset.

KoranKu – Amerika Serikat – Saham di regional Asia melompat lebih tinggi pada perdagangan hari ini, Kamis (8/12) setelah Wall Street AS mencetak rekor baru dan obligasi menguat karena spekulasi Bank Sentral Eropa (ECB) akan memperpanjang program pembelian aset.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,8 persen ke level puncak satu bulan. Sementara, saham Australia melonjak 1,3 persen dibantu oleh kenaikan harga saham sumber daya alam.

Indeks Nikkei N225 Jepang menguat 1 persen, menghapus sentimen revisi turun untuk pertumbuhan ekonomi untuk kuartal ketiga yang mengecewakan banyak pihak.

Di sisi lain, sentimen sedikit bermasalah setelah lembaga rating Moody’s mengubah peringkat Italia ke negatif, memperingatkan kemungkinan penurunan peringkat kredit jika ekonomi negara itu memburuk dan prospek utang tidak membaik.

Adapaun nilai tukar Euro terhadap dolar AS terkait kondisi politik tersebut relatif baik, dengan melemah tipis ke US$1,0756 per Euro, dari level puncak US$1,7068.

Pasar telah terkejut dengan pernyataan penduduk Italia yang menolak voting pada pekan lalu, memberi harapan untuk dukungan dari ECB yang mungkin memperluas jenis obligasi itu membeli.

Hal itu juga membantu sentimen yang melaporkan pemerintah Italia akan bertindak untuk menyelamatkan bank bermasalah Monte dei Paschi.

Sentimen itu mengangkat sahamnya sebesar 9%, semua sentimen tersebut membantu menurunkan imbal hasil utang periferal Eropa, dengan aksi beli obligasi Jerman dan Treasury AS.

Imbal hasil Treasury AS dengan tempo 30-tahun turun hampir 6 basis poin, penurunan harian terbesar sejak Agustus.

Leave a Reply