Tempat Shalat Jumat Bawah Tanah Gedung Kongres Capitol Hill

Gedung Kongres Capitol Hill di Washington DC ternyata memiliki tempat khusus untuk shalat Jumat bagi warga Muslim. Hal ini tentu saja tidak banyak diketahui orang, apalagi para turis Muslim yang mengunjungi ibukota Amerika Serikat.

KoranKu – Amerika Serikat – Gedung Kongres Capitol Hill di Washington DC ternyata memiliki tempat khusus untuk shalat Jumat bagi warga Muslim. Hal ini tentu saja tidak banyak diketahui orang, apalagi para turis Muslim yang mengunjungi ibukota Amerika Serikat.

Tidak ada tanda apapun di gedung itu yang menunjukkan adanya pelaksanaan ibadah shalat Jumat,  Jemaah shalat akan diberi kode khusus yang ditempel di kertas nama oleh petugas kemanan.

Setelah melalui pemeriksaan barang bawaan yang ketat, Jemaah memasuki lorong yang kanan kirinya berdiri patung-patung pahlawan Amerika.

Diujung lorong ada ruang besar yang berada tepat di bawah kubah raksasa Capitol Hill, yang dikenal dengan nama Great Rotunda.

Diruangan ini melingkar patung-patung presiden AS, termasuk juga dipamerkan naskah kemerdekaan Amerika.

Ruang Bawah Tanah Capitol Hill
Ruang Bawah Tanah Capitol Hill

Tempat ini biasa ramai berkumpul para turis, yang masing-masing asyik mendengarkan pemandu bercerita.

Lalu berbelok ke kiri, ada tangga sedikit terjal yang menuju kawasan bawah tanah. Dikawasan inilah terdapat sebuah ruangan besar berkarpet tempat shalat Jumat dilaksanakan.

Sayangnya, belum ada tersedianya fasilitas yang memadai untuk berwudhu. Hanya tersedia wastafel dan toilet saja.

Kebanyakan yang mengikuti shalat adalah staff Capitol Hill dan beberapa orang warga setempat, serta anak-anak jutheurbanhippie.wordpress.coga wanita yang ikut menunaikan shalat Jumat.

Memang dalam beberapa interpretasi, wanita diperbolehkan shalat Jumat. Ibadah berlangsung sangat khusyuk, tidak ada yang berbicara saat imam berkhotbah.

Hussein Goal, salah satu staf Capitol Hill mengatakan jumlah jemaah shalat Jumat mulai dari 80-200 orang.

Menurut penuturannya, shalat Jumat di tempat ini telah berlangsung sejak tahun 1996. Izin diberikan setelah para staf Muslim memintanya kepada anggota Kongres.

“Ini adalah keindahan Amerika, kebebasan beragama”, tutur Hussein Goal.

“Yahudi dan Kristen punya Sabtu dan Minggu untuk libur dan beribadah, sementara staf Muslim tidak punya hari dalam sepekan untuk khusus ibadah, padahal shalat Jumat itu wajib. Lalu kami memutuskan berbicara dengan Ketua Kongres untuk meminta tempat”, lanjutnya.

Mengejutkannya, ketua Kongres AS yang memberi izin saat itu adalah Newt Gingrich yang terkenal dengan sikap anti-Islamnya.

Di Kongres, Gingrich gencar menyuarakan penolakan terhadap hukum Syariah Islam dan pembangunan masjid di Amerika.

Walaupun dia tidak suka dengan Islam namun Gingrich telah menegakkan Konstitusi AS yang mengatur kebebasan beragama dengan memberi izin shalat Jumat di Capitol Hill.

Leave a Reply