Rempah-Rempah Indonesia Yang Memikat Bangsa Eropa

Kekayaan dan keanekaragaman rempah di Indonesia sudah terkenal sejak ratusan tahun silam, ini lah salah satu alasan yang menarik bangsa Eropa menyambangi Nusantara.

KoranKu – Indonesia – Kekayaan dan keanekaragaman rempah di Indonesia sudah terkenal sejak ratusan tahun silam, ini lah salah satu alasan yang menarik bangsa Eropa menyambangi Nusantara.

Kekayaan rempah bisa menjadi gerbang pengenalan kuliner Indonesia, strategi ini diusung oleh Chef Degan Septoadji kala mengenalkan kuliner Indonesia kepada masyarakat Paris, Prancis.

Chef Degan Septoadji mengenalkan dan menerangkan kuliner-kuliner Indonesia kepada masyarakat sekitar Paris, Prancis di acara Festival Colorfull Indonesia pada 14-16 Oktober nanti.

“Sebenarnya strateginya sama dengan demo masak biasa, namun kali ini sifatnya lebih edukatif, menekankan proses, kisah dibalik makanan, penggunaan rempah dan cara memasaknya”, ungkap Degan Septoadji.

Sebelumnya, beberapa bulan lalu  Degan mengenalkan kuliner Indonesia kepada warga London, Inggris. Kini ia bersiap-siap menggelar demo serupa di Paris.

“Nah, ketika masyarakat Prancis sudah melihat mudahnya membuat bumbu menggunakan rempah Indonesia, dia bisa berani untuk memasak itu. Rempah Indonesia banyak di Eropa”, tutur Degan lagi.

Menurut Chef Degan, penggunaan rempah untuk bumbu juga akan dipaparkan. Dengan begitu warga Paris paham bawha dari satu jenis bumbu tertentu bisa menjadi beragam masakan Indonesia yang praktis.

Saat warga Paris dibuat tertarik kuliner Indonesia, maka diharapkan mereka penasaran dan kemudian berkunjung ke Indonesia untuk berwisata kuliner.

Pamor kuliner Indonesia pun mendunias, dalam upaya promosi itu pula, Degan akan mencoba memadupandankan kuliner Indonesia dengan Wine, terutama White Wine.

Diyakini Degan, bahwa White Wine cenderung cocok dengan semua masakan Asia. Namun tak semua masakan Indonesia cocok dengan Wine.

Begitu pula tidak semua kuliner Indonesia diterima lidah Eropa, orang Eropa biasanya lebih tertarik rasa yang kaya seperti santan atau kacang.

“Kalau masakan manis sekali seperti gudeg justru orang Eropa kurang suka, bagi mereka makanan manis itu untuk penutup. Kami harus lebih pintar untuk memilih menu yang tepat”, ungkap Degan.

“Orang Eropa itu suka masakan yang dibakar, salad, kacang, asam manis, mengandung kelapa karena mereka menganggap itu sangat eksotis. Kemudian kunyit dan jahe itu sangat laku sekali”, lanjutnya.

Festival Colorful Indonesia merupakan acara yang diinisiasi Hotmangaradja Pandjaitan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Monako, dan Andorra, sebagai bentuk promosi Indonesia dari berbagai aspek, termasuk budaya, ekonomi dan investasi.

Dalam acara yang akan digelar di Pavillon Dauphine, Paris, tersebut, chef Degan akan memilih bebek bumbu Bali, iga kambing bumbu ketumbar, daging sambal hijau, salmon sayur lodeh, sambal goreng udang, rendang, dan ayam bumbu rujak.

Leave a Reply