Ratusan Karya Literasi dan Sastra Indonesia Terpampang di London Book Fair 2017

Ratusan karya literasi dan sastra Indonesia terpampang pada London Book Fair 2017. Di pamrean buku terbesar ke-2 setelah Frankfurt itu, Indonesia ingin menunjukkan kemampuan Indonesia menggabungkan sastra klasik dengan visual yang menawan.

KoranKu – London – Ratusan karya literasi dan sastra Indonesia terpampang pada London Book Fair 2017. Di pamrean buku terbesar ke-2 setelah Frankfurt itu, Indonesia ingin menunjukkan kemampuan Indonesia menggabungkan sastra klasik dengan visual yang menawan.

“Kami menampilkan lebih banyak buku karya sastra yang sesuai dengan tema yang dipilih Indonesia, Seeing Words”, ungkap Sari Meutia selaku Kordinator Pameran Buku Internasional.

“Tema ini, Indonesia akan menampilkan karya desainer grafis dalam mengintrepetasikan sastra klasik dengan wajah baru”, lannjutnya.

Tercatat ada lebih dari 200 judul buku yang dipamerkan dalam London Book Fair. Pameran itu sendiri berlangsung di Gedung Olympia, London Barat, mulai dari 14 hingga 16 Maret.

Indonesia menampilkan karya penulis muda sekaligus pelaku industri digital Irfan Amali, Irfan dijadwalkan akan membicarakan Digital Nation: Beyond the Book in Indonesia dalam acara khusus London Book Fair, Insight Program.

Bukan cuma literasi dan grafis, Indonesia juga terlibat dalam diskusi terkait Muslim yang diwakilkan oleh penulis Haidar Bagir.

Haidar akan tampil dalam diskusi Publishing for Muslims sekaligus meluncurkan karya terbaru dalam bahasa Inggris, Islam, the Faith of Love and Happiness.

Menurut koordinator promosi sastra KBN Siti Gretiani, penjualan buku di negara Barat telah meningkat lima persen selama tahun lalu.

Siti Gretiani menganggap pertumbuhan ini sebagai kesempatan lebih besar bagi penerbit Indonesia menjadi pemain tingkat global dalam berbagai genre literasi.

“London Book Fair menyediakan kesempatan besar memamerkan bakat sastra Indonesia dengan potensinya”, ungkap Siti.

Pada London Book Fair tahun ini menampilkan 618 stan yang mewakili 400 perusahaan dan berasal lebih dari 30 negara.

Leave a Reply