Pemerintah RI Kecam Serangan Bom di Gereja Kairo

Pemerintah Indonesia mengutuk serangan bom di Gereja Koptik di Kairo, Mesir, yang setidaknya merenggut 25 nyawa dan 49 orang lainnya terluka pada Minggu (11/12/2016).

KoranKu – Arab Saudi – Pemerintah Indonesia mengutuk serangan bom di Gereja Koptik di Kairo, Mesir, yang setidaknya merenggut 25 nyawa dan 49 orang lainnya terluka pada Minggu (11/12/2016).

“Pemerintah Republik Indonesia mengutuk peristiwa serangan terror terhadap rumah ibadah di wilayah Abbasiyah, Cairo tanggal 11 Desember 2016, sekitar pukul 10.300 waktu setempat”, kutipan Kemenlu RI.

Melalui pernyataan itu, pemerintah Indonesia juga menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Mesir.

Namun hingga kini, tidak ada laporan warga negara Indonesia menjadi korban dalam insiden tersebut. Merujuk pada data Kemlu RI, terdapat 5.513 WNI yang tinggal di Mesir.

Sebagian besar WNI tersebut tinggal di Kairo akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas di mesir.

Kemlu RI pun membuka hotline Perlindungan WNI di nomor +62 812 90070027 dan KBRI Kairo atas nama Dodi di nomor +201028100662.

Ledakan di Gereja Kairo
Ledakan di Gereja Kairo

KBRI Kairo juga mengimbau WNI yang berada di Mesir untuk mematuhi pengaturan dari otoritas keamanan setempat.

Kemlu RI meminta para WNI di Mesir juga menghindari pusat keramaian yang menjadi target kejahatan dan terorisme.

Ledakan pada Minggu ini terjadi sekitar pukul 10 pagi waktu setempat di Gereja Saint Peter dan Saint Paul, gereja itu bersebelahan dengan Katedral Saint Mark yang dipimpin oleh Paus Koptik.

Pihak berwajib menyebut ledakan tersebut berasal dari TNT seberat 12 kilogam, bahan peledak berkekuatan tinggi itu merusak sebagian besar ruang doa, memecahkan seluruh kaca gereja, dan menghancurkan lantai marmer.

Pendeta Gebrail Ebeid dari gereja tersebut menyayangkan pemerintah yang dinilai lamban mencegah datangnya serangan.

Ebeid juga menyebut pemerintah tidak melakukan upaya perlindungan yang cukup terhadap komunitas Nasrani.

Serangan terhadap kaum Kristen Koptik tersebut merupakan yang terburuk setelah aksi bom bunuh diri di sebuah gereja di Alexandria pada 2011 silam, tragedy itu merenggut 20 korban nyawa.

Kaum Koptik di Mesir memang kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif sejak Hosni Mubarak berkuasa. Mereka juga sering menjadi sasaran serangan berdarah yang menimbulkan korban jiwa.

Leave a Reply