Pemerintah Diminta Support Eksplorasi Migas

KoranKu – Indonesia – KEN atau Komite Eksplorasi Nasional meminta pemerintah langsung turun dalam melakukan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi dengan membantu menyediakan sebuah riset dasar-dasar terkait blok-blok prioritas yang menghasilkan.

Ketua Komite Ekplorasi Nasional (KEN) yaitu Andang Bachtiar mengatakan penyedian riset dasar ini bisa memperingan belanja modal atau Capital Expenditure/Capex, Perusahaan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dalam melakukan kegiatan eksplorasi.

Ini diharapkan bisa menjadi solusi insentif menarik di tengah kemalasan eksplorasi akibat terjunnya harga minyak dunia saat ini ke level US$30 per barrel.

“Di saat seperti ini memang pemerintah harus lebih terampil dalam melakukan riset dasar yang hasilnya bisa digunakan oleh KKS untuk Eksplorasi. Ini tak bisa dirasakan dalam jangka waktu sekian bulan, dampak kepada KKKS bisa juga dalam jangka panjang”, ujar Bactiar.

Lalu ia mencontohkan riset dasar yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah survei geologi dan seismik disekitar beberapa lokasi dan tempat yang dianggap sangat potensial, seperti batuan sedimen di wilayah Jawa dan Sumatra.

KEN juga mendorong pemerintah untuk lebih fokus pada riset ekplorasi gas dangkal atau Biogenic Gas yang modalnya lebih murah dibanding gas konvensional.

“Sebuah Riset Eksplorasi Biogenic Gas selama ini belum pernah dikerjakan sama sekali, padahal potensi nya lumayan banyak. Kami melihat hal itu ada di North West Java dan Mahakam Delta. Itu mempunyai kedalaman hanya tiga ribu hingga empat ribu kaki sehingga ekplorasi nya lebih murah dibanding eksplorasi gas dalam”, ungkapnya.

Tidak mengandalkan riset, Andang juga meminta pemerintah untuk selalu melakukan persuasi terhadap perusahaan jasa eksplorasi dari luar negeri untuk melakukan kegiatan lebih di Indonesia.

Pemerintah dan KKKS harus ikut memanfaatkan tarif jasa yang turun akibat berkurangnya permintaan dari perusahaan minyak dan gas negara lain.

Pemotongan Capex Eksplorasi oleh KKKS saat ini padahal masih wajar karena aspek bisnis perusahaan yang sedang tidak mendukung. Adanya efisiensi biaya dari segi apapun harus selalu dimanfaatkan oleh pemerintah dan KKKS.

Padahal Rencana Kerja dan Anggaran (Work Program and Budget/WP&SB) SKK Migas sepanjang tahun 2016 mencatat rencana program eksplorasi tahun ini terdiri pengeboran 151 sumur eksplorasi.

Ini lebih Optimis dibandingkan tahun sebelumnya dimana 55 pengeboran sumur eksplorasi berhasil terealisasi dari 157 rencana pengeboran.