PBB Menekan Suu Kyi Kunjungi Pusat Konflik Rohingya

Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk segera mengunjungi dua kota di Negara bagian Rakhine, dimana kekerasan terhadap kaum minoritas Muslim Rohingyaa dilaporkan terus terjadi.

KoranKu – Myanmar – Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk segera mengunjungi dua kota di Negara bagian Rakhine, dimana kekerasan terhadap kaum minoritas Muslim Rohingyaa dilaporkan terus terjadi.

“Saya juga meminta Daw Suu (Kyi) mengunjungi Maungdaw dan Buthidaung untuk menegaskan kepada populasi sipil disana bahwa mereka akan dilindungi” ungkap Penasihat Khusu Sekretaris Jenderal PBB untuk Myanmar, Vijay Nambiar.

Vijay Nambiar mengatakan bahwa otoritas Myanmar selama ini seakan enggan mengambil langkah tegas terhadap kelompok garis keras.

Mereka justru seolah lebih memilih mempertahankan diri dari kecaman internasional ketimbang menjamin keamanan bagi populasi lokal.

Menurut Nambiar, sikap otoritas Myanmar ini tak hanya membuat warga lokal frustasi, tapi juga mengecewakan masyarakat internasional.

Demonstran Dunia Untuk Rohingya
Demonstran Dunia Untuk Rohingya

Ia pun kembali mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah konkret.

“Hanya dengan merespons secara konkret, pemerintah dapat menyelesaikan krisis dan mempertahankan posisinya di dunia international”, ungkap Vijay Nambiar.

Tidak hanya mendesak pemerintah, Nambiar juga meminta rakyat Myanmar bersatu menentang kekerasan dan perpecahan yang diprovokasikan oleh ‘satu elemen kriminal di kawasan’.

Isu mengenai kekerasan terhadap Rohingya di Myanmar kembali mencuat setelah insiden penyerangan pos pengamanan di tiga wilayah perbatasan Myanmar oleh sejumlah kelompok bersenjata pada 9 Oktober lalu.

Pemerintah Myanmar menuding ‘Teroris Rohingya’ berada di balik serangan itu, meskipun belum ada bukti-bukti yang konkret.

Sejak penyerang itu, militer Myanmar meningkatkan pengawasan ketat dengan melakukan ‘Operasi Pembersihan’ di wilayah Rakhine.

Alih-alih memburu para pelaku penyerangan, militer Myanmar diduga malah menyerang etnis Rohingya secara membabi buta.

Setidaknya 86 nyawa melayang dan 30 ribu orang melarikan diri akibat serangkaian aksi kekerasan militer terhadap Rohingya di Rakhine sejak Oktober lalu.

Insiden itu menewaskan ratusan orang. Konflik ini pun menjadi tantangan bagi Suu Kyi yang pada tahun lalu memenangkan pemilihan umum dengan janji akan segera melakukan rekonsiliasi.

Leave a Reply