Mikroprotein Cegah Obesitas

Riset dan Penelitian baru-baru ini menyebutkan mikro protein dapat bermanfaat bagi penderita diabetes dan obesitas. Manfaat dari pengganti daging ini dapat mengurangi rasa lapar dan meningkatkan manajemen gula darah.

KoranKu – Indonesia – Riset dan Penelitian baru-baru ini menyebutkan mikro protein dapat bermanfaat bagi penderita diabetes dan obesitas.

Manfaat dari pengganti daging ini dapat mengurangi rasa lapar dan meningkatkan manajemen gula darah.

Mikroprotein adalah bahan makanan yang mengandung protein tinggi, serat dan redah kolestrol karena terbuat dari jamur Fusarium Venenatum.

Mikroprotein di Amerika Serikat sudah dibuat secara komersil dari kultur  Fusarium, “Bila merujuk hasil penelitian kami dan bila ditetapkan dalam populasi yang lebih besar maka akan menjadi pemberi kontribusi besar dalam mencegah obesitas”, ungkap Gary Frost.

Riset ini melibatkan 55 responden dan merupakan perluasan dari pengujian sebelumnya tentang dampak mikroprotein pada orang kurus dan terindikasi obesitas.

Sebelumnya, kandungan protein dalam bahan pangan kultur tersebut terbukti membantu mengurangi kandungan glukosa.

Setelah makan dan insulin pada darah, hasli ini terjadi dibandingkan dengan peserta yang tidak makan mikroprotein.

Sedangkan dalam penelitian ini, Frost melihat ada kecenderungan konsumsi mikroprotein secara signifikan yaitu menurunkan jumlah keinginan untuk menambah porsi makanan.

“Hasil post-test menunjukkan bahwa asupan energi setelah mengonsumsi makanan kaya mikroprotein adalah sepuluh persen lebih rendah dibandingkan uji konsumsi ayam”, ungkap Peneliti.

Walaupan terkesan menjadi harapan baru menangani orang obsitas, tetapi para penliti mengatakan riset itu masih mempunyai keterbatasan.

Para peneliti belum mengetahui secara pasti mengapa asupan protein berhasil menekan keinginan makan.

Topik ini yang diharapkan mampu dijawab melalui penelitian selanjutnya, Mikroprotein pertama kali ditemukan pada kisaran 1950-an saat terjadi ketakutan akan kekurangan sumber protein di masa depan ketika ketersediaan hewan ternak tak mampu lagi jadi sumber asupan manusia.

Di tengah kekhawatiran akan terjangkit penyakit malnutrisi seperti kwashiorkor, pada 1985 sebuah perusahaan Inggris berhasil menciptakan sumber protein selain daging yang terbuat dari Fusarium Venenatum.

Leave a Reply