Libur Paskah Tutup, Saham Wall Street Naik

KoranKu – Indonesia – Bursa Saham dan saham-saham AS tutup karna libur Paskah, hari Kamis (24/03/2016) Wall Street terapresiasi karna dipicu kenaikan harga minyak menyusul kabar menurunya aktivitas pengeboran emas.

Emas yang dibicarakan Wall Street ialah sebuah pengeboran emas hitam di Amerika Serikat.

Karna keuntungan itu tidak cukup untuk mengimbangi koreksi yang terjadi di awal pekan, mengakibatkan kerugian di minggu ini setelah lima minggu sebelum nya terus menanjak keuntungan nya.

Pada Indeks Saham, Dow Jones Industrial Average naik 13,14 poin atau 0,08% berakhir di 17.515,73. Indeks ini berbasis lebih luas S&P 500 merosot 0,77 poin atau 0,04% menjadi 2.035,94.

Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq naik 4,64 poin ata 0,10% menjadi 4.773,50.

Indeks saham di AS sebagian besar berada di posisi merah menyusul data yang menunjukkan bahwa pesanan barang tahan lam di AS lesu dan waktu nganggur lebih banyak juga lebih tinggi.

Harga Minyak memotong kerugian mereka karna jumlah rig mingguan yang dirilis perusahaan jasa minyak yaitu Baker Hughes menunjukkan penurunan 15 rig minyak yang beroperasi di AS, jadi produksi akan terus turun perlahan-lahan.

“Race dalam saham adalah sedikit reaksi terhadap kembalinya minyak dunia”, ungkap Kepala Analisis Wunderlich Securities yaitu Art Hogan.

Perusahaan Yahoo naik 0,2 persen karena aktivis dana Starboard Value yang mengumumkan akan mencalonkan satu posisi dari Sembilan direksi sebagai dorongan untuk merombak pelopor internet yang sedang kesulitan dan terpojok.

Staples dan Office Depot mengalami kenaikan yang masing-masing 7,0% dan 9,0%. Setelah seorang hakim AS tegur Komisi Perdagangan Federal (FTC) sehubungan dengan gugatan lembaga itu melarang merger merekan dengan sebuah alas an AntiThrust.

Perusahaan Consultancy Accenture naik 6,2% setelah laporkan laba kuartal keduanya dan melonjak 92% menjadi 1,3 milliar dolar.

PVH pemilik merek Calvin Klein dan Tommy Hilfiger melonjak 7,6%  mencapai 134,2 juta dolar AS dan naik dari 51,5 juta dolar di tahun lalu.