Kenaikan Harga Rokok Diapresiasi Komisi DPR RI

Saleh Partaonan Daulay selaku Anggota Komisi IX DPR mengatakan, pihaknya mengapresiasi wacan menaikkan harga rokok. Setidaknya ada political will dari pemerintah untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia.

KoranKu – Jakarta, Indonesia – Saleh Partaonan Daulay selaku Anggota Komisi IX DPR mengatakan, pihaknya mengapresiasi wacan menaikkan harga rokok. Setidaknya ada political will dari pemerintah untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia.

Diharapkan kenaikan harga rokok ini menjadi momentum bagi para perokok untuk berhenti atau setidanya mengurangi konsumsi rokok.

“Secara pribadi, saya setuju dengan kebijakan menaikkan harga rokok. Harapannya, masyarakat bisa memaknai kebijakan ini secara sportif”, ungkap Saleh Partaonan Daulay.

Pemerintah diminta untuk melakukan kajian yang serius terhadap dampak sosial dan ekonomi akibat kenaikan itu.

Jangan sampai, kenaikan harga rokok hanya untuk menguntungkan pengusaha dan pihak bea cukai. Pemerintah harus memikirkan agar para petani tembakau juga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Jangan sampai kenaikan harga rokok hanya ditujukan untuk meningkatkan pendapatan pemerintah dari cukai. Kalau itu tujuannya, berarti itu sifatnya sangat temporal dan sektoral”,

“Harus dibangun argument logis bahwa kenaikan itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok bagi kesehatan”, ungkap Saleh Partaonan.

Komisi IX belum membicarakan wacana ini secara khusus, karna wacana ini baru saja digulirkan. Sementara masa persidangan baru dibuka 4 hari yang lalu.

Jika pemerintah serius ingin menerapkan kebijakan ini, tentu Komisi IX akan ikut serta mengawal kemajuan kebijakan dan wacana itu.

“Kalau informal antar sesama anggota sih sudah dibicarakan. Tetapi pembicaraan dalam rapat formal belum ada sama sekali. Ada banyak anggota yang tidak keberatan dengan kenaikan harga rokok”, tuturnya.

Selain Komisi IX, Komisi IV, Komisi VI dan Komisi Xi pun dinilai akan ikut membicarakan masalah ini. Komisi IV berkepentingan dari sisi perlindungan para petani tembakau.

Sedangkan Komisi VI lebih focus pada isu industry dan perdagangan, lalu Komisi XI akan mengawasi kemungkinan kenaikan pendapatan pemerintah dari cukai yang juga tentu ikut dinaikkan.

Leave a Reply