Kementrian Kelautan dan Perikanan Fokuskan SKPT di 15 Lokasi

KKP atau Kementrian Kelautan dan Perikanan akan memfokuskan pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu atau SKPT di 15 lokasi yang berbeda di pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan.

KoranKu – Jakarta – KKP atau Kementrian Kelautan dan Perikanan akan memfokuskan pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu atau SKPT di 15 lokasi yang berbeda di pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan.

Pembangunan itu menjadi langkah KKP dalam menyusun RoadMap dan rencana aksi pembangunan industry perikanan nasional.

Sehingga bisa membuka peluang bisnis dan menarik investor pada sektor kelautan, perikanan dan pariwisata.

Sjarif Widjaja selaku Sekretaris Jenderal KKP mengatakan, SKPT merupakan langkah pemerintah untuk memajukan perekonomian Indonesia di sector maritim.

Pantai Pulau Morotai
Pantai Pulau Morotai

Namun menurutnya dalam pelaksanaannya SKPT tidak bisa dijalankan oleh pemerintah saja, tetapi memerlukan campur tangan pihak lain, seperti dukungan dari pelaku usaha domestic sebagai calon investor.

“Dukungan penuh juga diperlukan dari lembaga dan instansi lain, bukan hanya pemerintah”, ungkap Sjarif Widjaja.

Dia juga mengatakan pembangunan SKPT merupakan salah satu strategi yang dilakukan KKP setelah Presiden Joko Widodo menandatangani Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional pada 22 Agustus lalu.

Adapun salah satu pulau yang akan dijadikan kawasan SKPT adalah Pulau Morotai, pulau ini dianggap memiliki banyak potensi, baik perikanan maupun pariwisata.

Pulau Morotai juga berada di Provinsi Maluku Utara yang memiliki titik strategis lalu lintas trasnportasi antar benua di kawasan pasifik.

Pasir Putih Pesisir Pulau Morotai
Pasir Putih Pesisir Pulau Morotai

Potensi perikanan di wilayah Morotai, menurut Sjarif Widjaja mencapai 61.167 ton per tahun. Adapun jenis tangkapan ikan, yaitu kelompok ikan palagis besar sebanyak 14.089 ton per tahun.

Sedangkan palagis kecil sebanyak 38.210 ton per tahun, ikan demersal mencapai 6.935 ton per tahun dan berbagai jenis ikan lainnya sebesar 1.934 ton per tahun.

“Sedangkan untuk sekotr wisata di Morotai antara lain Surfing, Diving, wisata pantai pasir putih, air terjun dan wisata air lain”, ungkap Sjarif Widjaja.

Selain Morotai, pulau lain yang menjadi fokus pembangunan SKPT adalah Pulau Simeulue, Natuna, Mentawai, Nunukan, Tahuna, Biak Numfor, Sangihe, Rote Ndao, Moa, Saumlaki, Tual, Sarmi, Timika dan Pulau Merauke.

“Kalau terbukti sukses, bukan tidak mungkin pembangunan juga akan dilakukan di pulau-pulau lain di wilayah perairan Indonesia”, lanjutnya.

Leave a Reply