Jumlah UMKM Dan Nilai Investasi Di Kota Tegal Meningkat

KoranKu-Tegal- Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno menyampaikan lima misi capaian kerja yang disusun berdasarkan  Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dalam Rapat Paripurna Laporan Keterangan  Pertanggung Jawaban, Kamis (30/3/17) di Gedung DPRD Kota Tegal.

Menurut Walikota, misi pertama adalah mewujudkan perekonomian daerah yang berdaya saing berbasis keunggulan potensi lokal. Berhasil direalisasikan dengan pengembangan ekonomi masyarakat diantaranya koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Dibandingkan dengan tahun 2015, jumlah Usaha Mikro Kecil Mengengah (UMKM) dan nilai investasi di Kota Tegal meningkat pada tahun 2016. Jumlah UMKM naik 742 unit, sedangkan nilai investasi meningkat 143 miliar.

“Pembinaan secara bertahap, berhasil meningkatkan jumlah UMKM dari 35.460 unit di tahun 2015 menjadi 36.202 unit pada tahun 2016 atau bertambah 2,09%,” ujar Walikota.

Lebih lanjut, Walikota menyampaikan bahwa dengan peraturan daerah nomor 3 tahun 2015 tentang penanaman modal yang ditindaklanjuti penetapan Peraturan Walikota Tegal Nomor 24 Tahun 2015 tentang Rencana Umum Penanaman modal berhasil mendorong nilai investasi dari tahun 2015 ke tahun 2016. Totalnya, sepanjang 2015 sebesar Rp.540.872.116.150 meningkat Rp.684.716.711.807 di tahun 2016. Capaian kinerja, terdiri dari 25 Indikator Kinerja Sasaran meliputi SKPD melaksanakan misi tersebut yaitu Dinkop UMKM Perdagangan, BP2T, DPPKBP2PA, DKPPP, dan Dinporapar.

Capaian kerja melalui misi kedua, imbuh Walikota yaitu mewujudkan infrastruktur yang memadai dan kelestarian lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan, juga berhasil dengan 26 indikator kinerja sasaran. Diantaranya, DPU TR, Disperkim, Dishub, Dinkominfotik, BLH dan Bagian Tata Pemerintahan. Dengan hasil perbaikan infrastruktur jalan berhasil dilakukan dari 229,85 Km menjadi 231,435 Km atau sebesar 100.69% pada tahun 2016 dari target.

“Begitu juga dengan jalan dalam kondisi baik di kota tegal, dari target 74,2% meningkat 95.12% pada tahun 2016 atau sekitar 128.19%,” ucapnya.

Dalam misi ketiga, Walikota menyampaikan bahwa pemerintah Kota Tegal berhasil mewujudkan kesatuan politik sosial serta ketentraman, keamanan, dan ketertiban masyarakat yang mendorong pemberdayaan dan pasrtisipasi masyarakat terdiri dari 9 indikator Kinerja Sasaran melalui program kerja DPPKBP2PA, Dinsos, Disnakerin, Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat, Satpol PP dan Kelurahan.

Untuk misi keempat yaitu Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas Berbudi Pekerti Luhur Dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, terdiri dari 29 Indikator Kinerja Sasaran. SKPD yang melaksanakan Misi tersebut yaitu  Disdikbud,Dinkes,Disdukcapil, Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana, Disnakerin, Dinporapar, dan Kantor Arsip dan Perpustakaan.

Sedangkan misi kelima Mengoptimalkan Pelayanan Kepada Masyarakat Dalam Kerangka Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Dan Bersih (Good And Clean Government) Serta Bebas Dari KKN, terdiri dari 12 Indikator Kinerja Sasaran. SKPD yang melaksanakan Misi tersebut yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Bagian Hukum dan Organisasi, Inspektorat, Sekretariat Dewan, Badan Kepegawaian Daerah, Kantor Arsip dan Perpustakaan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Leave a Reply