Jokowi Agendakan Duterte Untuk Ikuti Blusukan di Tanah Abang

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyambangi Jakarta dan akan bertemu Presiden Joko Widodo hari ini, Jumat (09/09/2016). Selain agenda kenegaraan, Jokowi dijadwalkan memboyong Duterte untuk blusukan ke Tanah Abang.

KoranKu – Indonesia – Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyambangi Jakarta dan akan bertemu Presiden Joko Widodo hari ini, Jumat (09/09/2016). Selain agenda kenegaraan, Jokowi dijadwalkan memboyong Duterte untuk blusukan ke Tanah Abang.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Jokowi ingin memperlihatkan kepada Duterte permasalahan langsung yang terjadi di masyarakat.

“Tentu tidak semua presiden atau perdana menteri diajak blusukan, memberikan contoh kepada pemimpin dunia menyelesaikan persoalan di lapangan”, ungkap Pramono.

Beliau ingin menekankan bahwa penyelesaian masalah di lapangan tidak hanya dilakukan dari perencanaan dalam rapat dan di meja.

Jokowi ingin memperlihatkan bahwa dia melihat pokok permasalahan langsung di lapangan, “Hal yang dilakukan Jokowi ini membuat banyak pemimpin negara dunia untuk melihat langsung”, ungkapnya.

Duterte menuai perhatian Internasional dengan kebijakan pemberantasan narkotika di Filipina yang diangkat terlalu keras.

Sekitar 2.400 orang tewas ditembak polisi atau orang tidak dikenal sejak Duterte memberi izin tembak langsung jika Bandar dan pengguna narkotika melawan.

Pemimpin Filipinan berusia 71 tahun ini menuai kritikan dari PBB dan pemimpin dunia, salah satunya Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Namun Duterte tidak bergeming dan menyatakan bahwa kebijakan ini telah tepat, sebelum blusukan ke Tanah Abang, pagi ini Duterte akan mengisi acara komunitas masyarakat Filipina.

Mantan Wali Kota Davao ini akan berkunjung ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, acara resmi penyambutan dilakukan sore di Istana Merdeka dan diikuti acara makan malam semua menteri.

Duterte diagendakan langsung bertolak ke Filipina setelah makan malam di Istana Merdeka, sekitar pukul 20.30 WIB.

Pada acara resmi, Jokowi dan Duterte bakal membicarakan isu penyanderaan dan keamanan bersama. Puluhan warga negara Indonesia menjadi sandera kelompok bersenjata Filipina, Abu Sayyaf, dalam satu semester terakhir secara bergantian.

Kedua pimpinan negara ini juga akan membahas permasalahan haji. Ratusan jamaah haji Indonesia sempat bermasalah keberangkatan karena menggunakan paspor Filipina.

Leave a Reply