Fenomena Peri Ganggu Pembangunan Jalan Tol di Islandia

Hal-hal mistis dan takhayul masih dipercayai di Islandia, terutama soal dongeng peri atau elf. Bakan kecelakaan di negera ini sering dikaitkan dengan kemarahan mahluk mitos ini.

KoranKu – Islandia – Hal-hal mistis dan takhayul masih dipercayai di Islandia, terutama soal dongeng peri atau elf. Bakan kecelakaan di negera ini sering dikaitkan dengan kemarahan mahluk mitos ini.

Pada Kamis (30/08/2016), sebuah proyek tol terganggu akibat mitos tersebut. Para pekerja dalam proyek ini terpaksa menggali kembali bebatuan di jalan tol Siglufjorur yang tidak sengaja mengubur sebuah ‘Batu Peri’.

Sebelumnya kejadian itu, pembangunan tol juga terpaksa dipindah agar tidak mengganggu kehidupan makhluk tidak kasat mata itu.

Menurut Svein Zophoniasson yang bekerja untuk perusahaan konstruksi Bass, mengatakan peristiwa ini bermula pada Agustus 2015 saat mereka membersihkan longsor di tol.

Saat itu mereka tidak sengaja menutup ‘Batu Lady Elf’ dengan tanah bekas longsor itu, jalan itu tiba-tiba banjir dan kawan Svein terluka saat membersihkan jalan.

Mesin industry rusak dan jurnalis yang meliput peristiwa itu terjatuh ke kolam lumpur sehingga harus diselamatkan jika tidak nyawanya akan melayang.

Tempat dan daerah itu memang sudah dianggap situs suci dalam kisah dongeng Islandia, mereka lantas menyadari bahwa batu peri telah terkubur.

Akhirnya Badan Jalan Islandia memutuskan menggali kembali batu tersebut dan dibersihkan dengan semprotan air bertekanan tinggi.

Ada undang-undang tahun 2012 yang menjelaskan tentang semua artefak peri itu dilindungi di Islandia.

Negara Islandia boleh jadi merupakan salah satu negara dengan perekonomian yang paling cepat pulih sejak krisis ekonomi mendera Eropa tahun 2008.

Tetapi kisah mistis yang diketahui kebenarannya masih dipercaya di negara itu, ratusan orang di Islandia mengaku pernah melihat peri atau elf.

Menurut merek, peri itu seperti manusia namun lebih kecil, hidup normal dan sederhana. Kisah gangguan peri terhadap pembanguanan jalan tol juga terjadi pada tahun 1971 di Reykjavik.

Berkali-kali masalah teknis terjadi dalam proyek itu, konon diceritakan bahwa para peri tidak senang batu besar yang menjadi rumah mereka dipindahkan untuk membangun jalan.

Leave a Reply