Disebut Menerima Suap E-KTP, Berikut Pernyataan Teguh Juwarno

KoranKu-Tegal-Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional H Teguh Juwarno, disebut menerima suap sebesar 167.000 dollar AS dalam kasus korupsi e-KTP.

Penerimaan itu terjadi saat Teguh Juwarno masih menjadi anggota di Komisi II DPR RI.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dua terdakwa mantan pejabat di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

Dalam dakwaan JPU dinyatakan antara bulan Sept-Oktober 2010 ada pembagian uang oleh andi Narogong di ruang Mustokoweni.

Teguh Juwarno yang saat ini menjabat Ketua Komisi VI DPR RI, melalui siaran persnya, menyampaikan tanggapan atas apa yang berkembang dari sidang E-KTP.

Berikut pernyataan dari Teguh Juwarno yang diterima Redaksi KoranKu, Jumat (10/3/17) :
1. Saya tidak kenal dan tidak pernah berhubungan komunikasi formal atau informal atau via telepon dengan andi narogong, pengusaha yang disebut membagikan uang.

2. Mustokoweni meninggal dunia 18 Juni 2010, jadi bagaimana mungkin ada pembagian uang di ruang beliau bahkan disebutkan beliau termasuk yang menerima uang tersebut.

3. Saya menjadi anggota komisi II hanya sampai tanggal 21 september 2010, sedang persetujuan penambahan anggaran E-ktp terjadi bulan Oktober-November 2010. Sesuai dokumen yang ditunjukkan penyidik KPK ke saya, hanya ditanda tangan Ketua Komisi II dan 3 orang anggota Banggar Komisi II. Dan Nama saya tidak ada dalam surat persetujuan anggaran mitra komisi karena sudah pindah ke komisi I.

4.Rapat-rapat E KTP yang dimulai Raker dg Mendagri tanggal 5 mei 2010 dan Rapat dengar pendapat dengan sekjen dan dirjen tanggal 21 Mei 2010. Saya tidak pernah hadir, bukti notulensi dan absensi sudah saya serahkan ke penyidik KPK. Salah satu alasan nya karena saya koordinator panja Pertanahan komisi II, sedang E-KTP adalah bagian dari panja Kemendagri dan Otonomi daerah.

5. yang terakhir, bila dipanggil untuk bersaksi ke pengadilan saya siap untuk dikonfrontir dengan pihak-pihak yang mengaku menyerahkan uang ke saya.

Teguh menyatakan telah diperiksa KPK sebagai saksi hanya 1 kali dan selama 3 jam. “Saya sertakan bukti dan dokumen notulensi semua yang saya sampaikan diatas,”tegas Teguh Juwarno.

“Demikian penjelasan singkat saya, semoga membantu pemahaman saudaraku semua,”pungkasnya.

Leave a Reply