Diguyur Hujan Puluhan Peserta Ramaikan Pawai Rolasan

KoranKu-Tegal-Meski sempat diguyur deras hujan dari sore hingga malam,  umat Islam Kota/ Kabupaten Tegal tetap melakukan pawai Rolasan keliling Kota Tegal, Jawa Tengah, dengan berjalan kaki, Minggu malam (11/12/16). Pawai ini digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ribuan Warga Tegal dan sekitarnya tampak antusias menonton pertunjukan gratis dengan memadati jalan-jalan protokol yang dilalui peserta untuk menyaksikan arak-arakan peserta pawai.

 

 

Pawai rolasan ini diadakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan itu diikuti oleh 86 peserta di antaranya drum band siswa SD hingga SMA.

 

 

Para peserta ini menyusuri rute dimulai dari Alun Alun Kota Tegal, Jl KH Ahmad Dahlan,  Jl AR Hakim,  Jl A Yani , Jl Setia budi dan finish di Masjid KH Mukhlas.

 

 

 

Para peserta pawai itu antara lain, siswa Sekolah Dasar (SD) dan jamaah pengajian. Mereka berpakaian muslim dan pakaian adat. Setiap peserta menampilkan berbagai macam kreasi seperti unta, replika Alquran raksasa, dan tokoh para wali songo.

 

 

Para peserta menyerukan agar umat Islam di Indonesia mencontoh pribadi Nabi Muhammad. Kegiatan rutin tahunan setiap Maulid Nabi ini mendapat perhatian masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya. Warga memadati jalan-jalan protokol yang dilalui peserta untuk menyaksikan arak-arakan pawai.

 

 

Ketua Yayasan Syiarul Islam Kolonel Pur Nur KauKaf mengatakan, kegiatan tersebut diadakan selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, juga syiar Islam. Pawai rolasan sudah diadakan sejak 1970 silam yang dicetuskan oleh almarhum KH Mukhlas, salah seorang ulama Kota Tegal.

 

 

Kegiatan ini sempat fakum selama hampir 30 tahun, sejak berkuasanya Orde Baru. “Selama masa Orde Baru, kegiatan pawai dilarang dengan alasan keamanan. Dan setelah era reformasi, kegiatan ini berjalan lagi seiring dibukanya kran kebebasan,” ujarnya.

 

 

Pawai rolasan ini dulunya dikenal pawai oncor (obor). Karena waktu itu, semua peserta membawa oncor. Namun seiring berkembangnya zaman pawai oncor diubah menjadi pawai rolasan.

 

 

Diharapkan dengan kegiatan ini, ukhuwwah islamiyah semakin terjalin dan dapat membangun kebersamaan antar umat beragama. “Kegiatan ini juga menjadi agenda tahunan Kota Tegal sekaligus sebagai ikon warga Tegal,” ungkapnya

Leave a Reply