Bangun Dua Tembok Kaca Untuk Keamanan Menara Eiffel

Pemerintah kota Paris berencana untuk membangun sebuah tembok kaca di sekitar Menara Eiffel, demi keamanan dna keelokan bangunan bersejarah itu ketika diabadikan oleh foto atau video.

KoranKu – Paris – Pemerintah kota Paris berencana untuk membangun sebuah tembok kaca di sekitar Menara Eiffel, demi keamanan dna keelokan bangunan bersejarah itu ketika diabadikan oleh foto atau video.

Sebelumnya pemerintah telah membangun pagar besi di sekelilingnya menjelang ajang olah raga Piala Eropa 2016.

Tembok kaca itu akan dibangun untuk menggantikan pagar besi, yang saat ini berada di sisi utara dan selatan menara itu.

Sumber lokal mengungkapkan kalau tembok kaca akan dibangun setinggi 2,5 meter, Deputi Pariwisata Paris, Jean-François Martins, mengatakan kalau keberadaan pagar besi “merusak keindahan” menara yang sudah dibangun sejak 1887 itu.

“Pagar besi itu memang ditujukkan untuk keamanan, namun merusak pemandangan ke arah menara”, tutur Martins.

Martins lanjut mengatakan kalau tembok kaca itu akan membuat wisatawan bisa menatap langsung ke arah menara melalui sejumlah titik, seperti Taman Champ de Mars dan Jembatan Iena.

Sama seperti Menara Eiffel, kedua titik tersebut merupakan lokasi favorit wisata untuk berfoto. Pemerintah berusaha menjaga keamanan kawasan menara, yang dikunjungi oleh jutaan orang setiap tahunnya, setelah terjadi serangan teror beberapa waktu yang lalu.

Menara Eiffel merupakan objek wisata berbayar yang terpopuler di dunia. Tapi, bagi wisatawan yang ingin bersantai di sekitar tamannya tidak akan dikenakan biaya.

Pada Januari, Wali Kota Paris Anne Hidalgo, mengajukan anggaran dana pemeliharaan menara sebesar US$318 juta (sekitar Rp4,2 triliun).

Pemeliharaan tersebut termasuk penambahan lift, sistem keamanan dan tata cahaya. Selama ini, biaya pemeliharaan Menara Eiffel sebesar US$14,5 juta (sekitar Rp192 miliar) per tahun.

Menara Eiffel dikunjungi oleh 6 juta wisatawan setiap tahunnya, jumlah kedatangan tersebut memberi keuntungan pendapatan bagi pemerintah sebesar US$87 juta (sekitar Rp1,1 triliun).

Leave a Reply