Armada Jepang Bunuh 300 Paus di Perairan Antartika

Sebuah armada kapal penangkapan ikan kembali ke pelabuhan Shimomoseki, Jepang, usai perburuan dan membunuh sekitar 300 ikan paus di Antartika sejak November lalu.

KoranKu – Jepang – Sebuah armada kapal penangkapan ikan kembali ke pelabuhan Shimomoseki, Jepang, usai perburuan dan membunuh sekitar 300 ikan paus di Antartika sejak November lalu.

Kementrian Perikanan Jepang menjelaskan setidaknya lima kapal ikan melakukan perburuan di Samudera Selatan Antartika sejak akhir tahun 2016, dengan tujuan membantai ratusan mamalia terbesar di duniaini dalam rangka ‘Penelitian’.

“Misi perburuan paus ini dilakukan untuk penelitian mempelajari ekologi di Laut Antartika”, tutur lembaga tersebut.

Jepang mendasari perburuan paus ini dengan alasan ‘Penelitian Ilmiah’ untuk membuktikan klaim mereka bahwa populasi paus cukup besar dan berkelanjutan untuk diburu secara komersil.

Perburuan paus memang telah selama berabad-abad dilakukan nelayan Jepang, memicu kritik keras dari beberapa lembaga pemerhati lingkungan dan hak hewan.

Daging paus menjadi salah satu makanan yang dikonsumsi warga Jepang, daging mamalia itu menjadi sumber protein tinggi masyarakat sejak pasca Perang Dunia II dan tidak jarang tersaji di beberapa restoran terkenal.

Sebenarnya, konsumsi daging paus telah menurun drastis dalam beberapa decade terakhir, Tokyo juga telah menandatangani moratorium perburuan paus sejak 1986 di bawah International Whaling Commission (IWC).

Sempat terhenti selama setahun atas permintaan Mahkamah Peradilan International (ICJ), para nelayan kembali menangkap paus dalam perburuan tahunan ini.

Sebelumnya, mereka juga menangkap 333 paus minke, ICJ tidak percaya perburuan ini semata dilakukan untuk kebutuhan ilmu pengetahuan, menganggap alasan itu hanya tameng bagi para pemburu yang sebenarnya mengincar daging paus untuk tujuan komersial.

ICJ, Australia, Selandia Baru, dan Perancis juga merupakan salah satu negara yang turu menentang perburuan paus ini.

Leave a Reply