Apel Sempat Menjadi Maskot Keromantisan Saat Halloween

lloween memang identic dengan sesuatu yang mnyeramkan, padahal semula Halloween adalah sesuatu yang berkaitan dengan cinta.

KoranKu – Washington – Halloween memang identic dengan sesuatu yang mnyeramkan, padahal semula Halloween adalah sesuatu yang berkaitan dengan cinta.

Pada abad yang lalu, perayaan pada akhir Oktober ini dimeriahkan dengan Parlor Games, yaitu permainan yang menjanjijan keberuntungan romantis.

“Halloween pada awal abad ke-20 tidak menekankan pada persoalan darah dan moster menyeramkan. Justru lebih banyak menekanakan pada asmara dan kesempatan mendapatkan cinta”, ungkap Daniel Gifford mantan Manajer di Smithsonian National Museum Of American History.

Diane Arkins, penulis buku bertajuk Halloween : Romantic Art and Customs Of Yesteryear, mengatakan bahwa pada era di mana perilaku sopan dan anggun adalah norma utama, para wanita beramai-ramai ikut berpartisipasi dalam tradisi Halloween tersebut.

Apel Juga Melambangkan Cinta
Apel Juga Melambangkan Cinta

“Mereka berharap akan bertemu dengan pasangan impian, mengingat sangat penting untuk menemukan pria yang siap menikah saat itu”, tutur Diane Arkins.

Salah satu tradisi yang kerap dilakukan saat itu adalah permainan yang menggunakan banyak buah apel. Pasalnya, apel adalah maskot utama dalam tradisi romantis Halloween.

Misalnya, permainan Snap Apple yang menantang peserta untuk memakan apel tanpa boleh memegangnya.

Apel akan digantung dengan tali atau pita, dan peserta harus memakannya. Orang pertama yang berhasil melakukannya adalah orang pertama yang akan menikah.

Permainan ini sangat popular pada masanya, bahkan terkadang Halloween disebut sebagai Snap Apple Night.

Namun, ada pula masyarakat lain yang lebih mengenal permainan Bobbing For Apples. Menurut tradisi, orang pertama yang sukses mengambil sebuah apel dengan mulut dari wadah yang berisi penuh air, diramalkan akan segera mendapatkan cinta sejati.

Sebaliknya, Arkins menuliskan bahwa kegagalan berulang-ulang menandakan bahwa peserta harus segera berpindah hati dari pasangan yang ia sukai.

Tradisi lain yang lebih sederhana adalah memotong kulit apel tanpa terputus. Jika telah terpotong, kulit tersebut harus dilemparkan melewati pundak seseorang.

Setelahnya, kulit apel tersebut dikatakan akan menyerupai inisial nama pasangan.

Leave a Reply