6 Klinik Satelit Indonesia Siap Melayani Jamaah Haji dan Haji Indonesia

Tim Kesehatan Haji Indonesia telah merampungkan persiapan peralatan dan pasokan obat-obatan jelang pelaksanaan wukuf di Arafah pada Minggu, 11 September 2016. Ada enam klinik satelit sudah siap beroperasi di Arafah.

KoranKu – Makkah – Tim Kesehatan Haji Indonesia  telah merampungkan persiapan peralatan dan pasokan obat-obatan jelang pelaksanaan wukuf di Arafah pada Minggu, 11 September 2016. Ada enam klinik satelit sudah siap beroperasi di Arafah.

“Khusus di Arafah, kita membuat enam klinik satelit”, ungkap Dr. Muchtaruddin Mansyur selaku Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes.

Tim Kesehatan Haji Indonesia tidak hanya menyiapkan klinik satelit, adapun klinik yang tersebar di masing-masing maktab di Arafah serta Klinik Kesehatan Haji Indonesia sebagai titik terakhir sebelum nantinya merujuk jamaah yang sakit ke rumah sakit Arab Saudi.

Menurut Muchtaruddin, klinik-klinik di maktab akan dikelola oleh Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI)  yang selama ini melekat dengan jamaah haji dalam kloter.

Pelayanan Medis Haji Indonesia
Pelayanan Medis Haji Indonesia

Klinik yang berada di setiap maktab jamaah haji Indonesia ini tediri minimal 6-8 personel TKHI, di setiap tim terdiri dari satu dokter dan 2 ahli tenaga medis.

Jamaah Haji Indonesia selama di Arafah akan ditempatkan dalam 52 maktab yang masing-masing maktab terdiri atas 2.800-3.000 jamaah.

“Jikat tidak bisa ditangani oleh klinik maktab, pasien akan dirujuk ke klinik satelit yang lokasinya tidak jauh”, ungkap Muchtaruddin.

Lokasi maktab tersebar di 6 titik strategis yang secara geografis mampu menjangkau maktab jamaah Haji Indonesia yang berjumlah 52 maktab.

“Dua klinik satelit di antaranya berada di maktab 22 dan maktab 38”, tutur Muchtaruddin.

Klinik Kesehatan Haji Indonesia sediakan 6 Velbed
Klinik Kesehatan Haji Indonesia sediakan 6 Velbed

Pada klinik satelit , pihak TKHI sudah menyiapkan velbed minimal 6 unit juga oksigen konsentrator sebagai alternative karena muasasah selaku penanggung jawab pelayanan haji tida memperbolehkan oksigen masuk wilayah arafah.

Klinik satelit akan dikelola oleh tim kesehatan dari daerah kerja Makkah dan Madinah, sementara KKHI akan ditangani oleh tim kesehatan dari Jeddah.

Dr. Muchtaruddin mengatakan, petugas kesehatan sudah disiapkan sebelum para jamaah Haji Indonesia masuk Armina.

Leave a Reply